Posted in Bisnis, Motivasi, Sekolah-Menulis Online
“Emang Abang mau cari pekerjaan baru? Kan udah enak kerja di sini.”
“Ah, gajinya kecil, Pak. Enggak cukup buat keluarga. Kerjanya juga berat. Kalau ada pekerjaan yang lebih baik, kabari saya ya, Pak.”
* * *
Sejujurnya, saya sudah sangat sering terlibat dalam pembicaraan seperti itu. Intinya, mereka TIDAK MENIKMATI pekerjaan mereka. Mereka tidak happy. Tapi mereka tak punya pilihan lain, karena asap dapur harus tetap ngebul.
Saya yakin, banyak orang yang berstatus pekerja kantoran, berpenampilan keren, dan berkantor di gedung-gedung bertingkat di kawasan Segitiga Emas Jakarta, pun merasakan hal yang sama. Hampir semua mereka TERPAKSA melakukan pekerjaan yang tidak mereka sukai. Satu-satunya alasan mereka bertahan adalah UANG.
Maka tak heran, ada begitu banyak pekerja kantoran yang langsung tergiur bila ada tawaran bekerja di perusahaan lain dengan gaji yang lebih besar. Mereka pun pindah ke sana dengan sukacita.
Tapi setelah itu? Apakah mereka benar-benar bahagia? Ternyata tidak juga. Gaji yang lebih besar ternyata tidak bisa menjamin kebahagiaan mereka. Mereka tetap harus melakoni pekerjaan yang sebenarnya kurang mereka sukai.
* * *
Sementara itu, ada pula orang yang mengalami hal sebaliknya. Mereka bekerja di sebuah perusahaan yang sangat kecil, jabatannya pun sangat rendah. Gaji mereka pun tak kalah kecil. Tapi mereka merasa sangat senang.
Kenapa?
“Sebab saya memang senang melayani orang lain. Saya senang berhadapan dan berkomunikasi langsung dengan sebanyak mungkin manusia. Jabatan sebagai teller di perusahaan kecil ini benar-benar sesuai dengan kesenangan saya.”
* * *
Ternyata, sumber kebahagiaan bagi siapa saja bukanlah uang. Sumber kebahagiaan bagi seorang pekerja bukanlah gaji yang besar. Sumber kebahagiaan bagi seorang pebisnis bukanlah profit yang berlipat-lipat.
Salah satu sumber kebahagiaan adalah ketika Anda bisa mencari uang dari sesuatu yang merupakan hobi atau kesenangan Anda.
Coba bayangkan bila ada orang yang hobinya mengepel lantai, mencuci piring, menyediakan minuman bagi orang lain, dan membereskan rumah, maka ia akan sangat senang bila diberi pekerjaan sebagai office boy atau pembantu rumah tangga, walau gajinya sangat kecil.
* * *
Kini dalam konteks bisnis, saya ingin mengajak Anda semua untuk berpikir sejenak. Bila saat ini Anda masih bingung harus terjun ke bisnis apa, cobalah perhatikan diri Anda baik-baik. Ajukan tiga pertanyaan sederhana ini pada diri Anda sendiri:
1. Apa hobi saya? (memancing? baca buku? mendengarkan musik? wisata kuliner? atau apa?)
2. Apa kesenangan saya? (membantu orang? diperhatikan oleh semua orang? berdebat? melayani dan membuat senang orang lain? atau apa?)
3. Pekerjaan apa yang bisa membuat saya rela mengerjakannya secara all out, padahal tak ada penghasilan atau bayarannya sam sekali, bahkan saya harus mengeluarkan banyak uang untuk melakukan pekerjaan itu?
Bila Anda sudah menemukan jawaban atas ketiganya, selamat! Saya yakin, Anda telah menemukan sesuatu yang Anda cari selama ini.
Saya akan mencoba memberikan contoh kasus pada diri saya sendiri:
1. Saya seorang penulis, dan tentu saja sangat suka menulis.
2. Saya senang berbagi. Setiap kali saya mendapatkan ilmu baru, saya langsung tidak sabaran untuk segera membagi-bagikannya kepada orang lain.
3. Saya sudah kecanduan internet.
Dari ketiga fakta di atas, alhamdulillah saya kini menemukan sebuah bisnis yang benar-benar cocok dengan diri saya, bisnis yang benar-benar GUE BANGET. Bisnis yang saya maksud adalah:
Sekolah-Menulis Online BelajarMenulis.com
Kenapa bisnis ini cocok buat saya? Karena:
1. Ini adalah bisnis di bidang penulisan, sesuai “hobi” (*) saya.
2. Lewat bisnis ini, saya bisa menyalurkan kesenangan saya, yakni semangat untuk berbagi kepada semua orang.
3. Ini adalah bisnis yang berbasis online, sesuai dengan diri saya yang sudah kecanduan internet.
Jadi boleh dibilang, bisnis Sekolah-Menulis Online BelajarMenulis.com bagi Jonru memang benar-benar GUE BANGET.
Karena GUE BANGET, ini adalah bisnis yang saya jalankan bukan semata-mata karena mencari uang. Seandainya ada peluang bisnis yang lebih menjanjikan, profitnya 1.000 kali lebih besar, apakah saya akan meninggalkan Sekolah-Menulis Online tersebut?
Insya Allah tidak. Karena bagi saya, bisnis yang satu ini bukan sembarang bisnis. Bila saya meninggalkannya, itu artinya saya meninggalkan sesuatu yang sangat saya senangi, sesuatu yang sangat saya cinta.
* * *
Nah, sekarang giliran Anda yang bertugas untuk menemukan bisnis apa yang paling GUE BANGET bagi Anda.
Kalau sudah ketemu, cobalah untuk mulai FOKUS dan BEKERJA KERAS. Persiapkan diri sebaik-baiknya (modal uang, jaringan, keahlian, dan sebagainya), agar suatu saat nanti Anda bisa menjadikan hobi dan kesenangan tersebut sebagai sumber penghasilan utama.
Bila hal ini terwujud, percayalah! Itu akan menjadi salah satu sumber kebahagiaan dalam hidup Anda!
Cilangkap, 22 Februari 2008
Jonru
*diambil dari http://www.jonru.net/kiat-menemukan-bisnis-yang-gue-banget#comment-53213./